Jumat, 19 Maret 2010

Cerita cintaku

Cerita cintaku


PRINSIPKU RIVALKU

Posted: 19 Mar 2010 03:46 AM PDT

PRINSIPKU RIVALKU PRINSIPKU RIVALKU. Cuaca saat itu benar-benar panas. Meski hari menjelang sore, namun teriknya matahari masih bias kurasa meski aku ada di dalam mall yang ber AC.

" Intan, ayo beli es krim! ". Rengekku bak anak balita.

" Bentar, gue masih mau belanja ni……. " " Ayo dong…. panas nih…. "

kataku seraya menarik tangannya ke kedai es krim langgananku.

Sembari menunggu Intan yang sedang memesan es krim, ku dudukkan tubuhku di salah satu bangku kedai.

" Ih… sore-sore gini kok masih pacaran sih!... anak SMA lagi,! Masih pake' seragam pula! "

kataku heran melihat sepasang remaja yang masih mengenakan seragam putih abu-abu tengah berpacaran.

" Woe! Bengong aja, merhatiin apaan sih?... "

kata Intan mengagetkan dengan 2 gelas es krim di tangannya.

" Ih! Intan apaan sih?... kaget tau!". " Makanya, jangan bengong, Gita… Gita…. ".

Nampaknya Intan mencari tahu apa yang sebenarnya bikin aku bengong.

" Ow… loe lagi nglatin orang pacaran…., kenapa? Pengen?.. "

kata Intan sembari menaik turunkan alisnya sambil meringis.

" Ih! Apaan sih loe! Pengen?... ya nggaklah! Kan udah berulang kali gue bilangin gue nggak mau pacaran sebelum lulus SMA, bisa ganggu sekolah kita tau……". " Ow… gue pegang lho ya omongan loe….. tapi Git! Pacaran itu enak lho…. Bener! "

kata Intan terus menggoda.

Akupun hanya diam tak peduli dengan bibir manyun dan mengduk aduk es krim di depanku.

" Eh Tan! Besok anter gue ke took buku dong…. "

" Toko buku? Kenapa nggak sekarang aja?...."

" Nggak bias! Gue mesti pulang sekarang!,, loe mau kan ?... "

" Aduh! Sorry banget!, besok gue ada janji ama cowok gue…. "

" Apa! Loe udah punya cowok?... berani pacaran loe?...."

" Udahlah, kan tadi udah gue bilangin pacaran itu enak! Masa" loe gak ngerti?... " " ih! Dasar loe Tan! Genit loe, kecil-kecil udah berani pacaran! Kalo gue sih nggak mau! "

" Ye… kok genit sih…. Anak SMP aja udah banyak yang pacaran, apalagi gue anak SMA! "

" Gue kan juga anak SMA, tapi nggak minat tuh buat pacaran! ".

" Itu karena loe masih kaya' anak kecil! ". " Enak aja loe!"

" Loe jangan sok Git, kepentok cinta baru tau rasa loe! "

akupun hanya manyun di hadapannya.

Keesokan harinyapun, sepulang sekolah aku langsung meluncur ke took buku sendirian. Disana aku menjumpai buku yang sangat menarik, best seller. Tapi buku itu terletak di deretan rak paling atas. Aku pun jinjit-jinjit untuk bias mencapainya.

Tiba-tiba ada seseorang yang mengambilkan buku itu untukku.

" Oh my god! Cakep banget…. " gumamku terpesona menatapnya.

" Nih bukunya! " katanya dengan senyum ramah yang manis.

" Makasih! " kataku meringis salah tingkah.

Iapun mengulurkan tangannya.

" Rio ! " katanya mengajakku berkenalan. " Gita! " balasku sembari menjabat tangannya.

Sore itupun akhirnya aku tidak sendirian, karena ada Rio yang bersedia menemaniku. Meski awalnya aku merasa kikuk namun lama kelamaan aku bias berbincang akrab dengannya, bahkan kami saling memberi nomen handphone kami masing-masing. Sebelum kami berpisah, iapun meneraktirku makan es krim terlebih dahulu.

***

Sebulan sudah kami saling mengenal, dan sebulan itupun membuat kami semakin

dekat. Hingga akhirnya dia bilang cinta padaku dan dia ingin aku menjadi pacarnya.

Akupun menerimanya untuk menjadi pacarku, tepatnya pacar dan cinta pertamaku. Namun ada satu masalah yang mengganjal hubungan kami. Prinsip! Ya, prinsipkulah yang mengganjal hubungan kami, prinsip untuk tidak berpacaran sebelum SMA. Dan itupun memaksaku untuk mengajaknya backstreet dari orang orang di sekelilingku. Iapun mau menerimanya, meskipun pada awalnya ia menolak. Keesokan paginya, aku pun sudah siap dengan putih abu abu ku. Saat itu kuputuskan untuk pergi ke sekolah dengan taksi namun, di perempatan dekat rumahku kulihat Rio tengah menungguku, aku pun menyetop taksi yang aku tumpangi. Ku turun dari taksi itu, kuhampiri Rio . " Rio ! Kamu ngapain? ".

" Aku mau nganter kamu ke sekolah. "

" Nggak kuliah?.." " Kebetulan nggak ada kuliah pagi,!. "

Pagi
itupun aku berangkat sekolah diantar Rio .

" Hati hati ya beib, belajar yang bener!. " katanya begitu sampai di sekolahku.

" Rio , jangan panggil aku beib d0ng... Geli...! " kataku memanja.

" Dasar kamu anak kecil! " katanya sembari membelai rambutku dan tersenyum manis.

" Hati-hati ya... Bye.." kataku tersenyum manis dengan tangan kanan melambai ke arahnya.

Riopun berlalu dari hadapanku dengan mobil silver miliknya. Tiba tiba Intan datang menghampiriku.

" Git, siapa tu? Pacar loe? " tanya Intan mengagetkanku.

Sontak akupun merasa gugup, aku bingung harus menjawab apa, aku tak mau Intan tau kalau aku telah melanggar prinsipku, lagipula pasti aku akan di tertawakan.

" Nggak, nggak mungkinlah gue punya pacar, gue kan belum... "

" Belum lulus SMA kan ... Ah, basi loe! " katanya melanjutkan kalimatku.

" Terus tadi siapa?" "ow.. Itu tadi, itu tadi sepupu gue, iya.. Dia sepupu gue"
jawabku gugup. " Loe nggak bohong kan ? " " Ha... nggak, nggak, gue nggak bohong!" "ya, bagus deh.. Tapi loe k0k nggak pernah cerita kalo punya sepupu cakep! Gue titip salam ya.." katanya tersenyum. Akupun hanya diam tak mempedulikan kata katanya sambil nyengir.

Keesokan paginya aku kembali diantar Rio ke sekolah dan tak ku sangka Intan tengah berdiri di depan gerbang sekolah. Iapun melihat kedatanganku.

" Gita! Sini! " panggil Intan padaku yang masih duduk di mobil. Akupun keluar dari mobil dan menghampirinya. " Ada apa Tan?" " Kenalin gue dong.. Sama sepupu loe! Ya., " katanya memohon. Seketika hatikupun serasa tersulut api. Tersulut api cemburu.

" Loe kan udah punya pacar! " kataku mencari alasan.

" Nggak! Gue udah putus! Kenalin Gita... Please.. " katanya memelas.

Akhirnya dengan berat hati ku panggil Rio agar turun dari mobil.

" Rio, kenalin ini temen aku, Intan " " Intan," " Rio "

Kulihat mereka saling berjabat tangan. Intan pun nampak begitu senang hingga ia tak kunjung melepas tangan Rio . Aku pun berpura pura batuk. " Ehm! "

seraya Intanpun melepaskan tangannya. Rio pun hanya tersenyum.

" Udah ah Tan, masuk yuk! " kataku seraya menarik tangannya meninggalkan Rio sendiri di luar. " Sumpah Git.. Sepupu loe cakep banget, kayaknya gue jatuh cinta deh ama dia! " katanya sumringah.

" Apa! Jatuh cinta? " kataku kaget bagai di sambar petir.

Intan pun hanya diam dengan senyum khas orang yang lagi kasmaran.

" pokoknya loe mesti bantuin gue ngedapetin Rio , ya Git?! " kata Intan menggebu gebu.

Sekuat tenaga aku pun membendung air mataku yang hampir jatuh karene merasa cemburu. Keesokan paginya, Intan
pun sudah bersiap menunggu kedatanganku di depan sekolah. Namun saat itu aku berangkat sekolah dengan sopir, bukan Rio .

" Git, loe nggak sama kak Rio ? " tanya Intan menyambutku.

" Nggak, dia ada kuliah pagi! "

" Ya udah, kalo gitu gue titip surat ini aja ya buat dia.. " katanya sembari memberikan sepucuk surat dengan amplop warna pink.

" thanks ya.. " katanya dengan senyum.

Akupun cuma bisa nyengir menahan amarah. Aku merasa cemburu. Sebelum ku serahkan surat itu pada Rio, terlebih dulu ku baca isi surat itu. Ternyata itu adalah surat cinta. Intan mengungkapkan semua perasaannya terhadap Rio lewat surat itu. Hatiku pun hancur berkeping keping. Air mataku pun tak kuasa lagi ku bendung. Aku merasa hatiku benar benar terluka. Aku pun menelpon Rio dan mengajaknya bertemu di taman dekat rumahku.



***


" Ada apa Git? " tanya Rio yang melihatku tengah menangis.

Seraya ku peluk tubuhnya erat erat. " Ada apa? Kamu ngomong d0ng...! ".

Aku pun melepas pelukannya, ku berikan surat dari Intan pada Rio . Rio pun segera membacanya. " Rio , aku mau kita putus! " kataku dengan pipi basah.

" Putus, kenapa? Karena Intan? " Akupun menganggukkan kepalaku.

" Git! Nggak bisa gitu dong, aku masih sayang kamu! "

" Nggak Rio , kita harus putus, Intan sahabat aku dan aku mau kamu bisa jadian ama dia, aku nggak mau dia sedih dan kecewa, toh emang udah prinsip aku untuk nggak pacaran sebelum lulus SMA! "

" Jadi kamu tega ngorbanin aku, pacar kamu sendiri demi prinsip konyol kamu itu? Okay, fine.. Kita putus, tapi aku nggak akan pernah deketin Intan apalagi pacaran sama dia karena aku masih cinta sama kamu tapi karena udah keputusan kamu buat mertahanin prinsip kamu itu, aku akan menjauh dari kehidupan kamu juga Intan, selamat tinggal! " kata Rio dengan tegas meski ku lihat ada
linangan air mata yang tertahan di sudut matanya seraya pergi meninggalkan aku sendiri dalam tangis.

Aku sadar ini semua memang salahku. Dan karena prinsip konyolku itu, aku telah membuat tiga hati terluka. Rio , Intan, dan aku sendiri.

-The End-


Kategori Tulisan : Cerpen
Pesan Tulisan : cinta adalah suatu hal yang alamiah yang juga merupakan salah satu proses pendewasaan, dan Tuhan selalu punya waktu dan saat yang tepat kapan umatnya akan merasakan hal itu, jadi kita tidak perlu mengelak dari kenyataan.

Penulis---

Nama : Dwi Avinta
Email : princess_vinta@yahoo.com
Email Facebook : princess_vinta@yahoo.com
Alamat YM : -
Tempat Tinggal : Wonodadi, Blitar, Jatim


Cinta buat ku ternista 2

Posted: 19 Mar 2010 03:11 AM PDT

Cinta buat ku ternista 2 Cinta buat ku ternista 2. Cerita ini adalah sambungan dari Cerita Cinta Buat ku ternista 1 karangan Tita (nama samaran). Yuk kita baca cerita yang sangat menarik ini.

Setelah tita dibandung itu membuat dia sedikit lebih tenang dibandingkan dengan disiantar,lisa kuliah dengan serius meskipun lisa tidak bisa membohongi dirinya kalau dia merindukan keluarganya,irfan si penghancur.dia jalani hari2 dengan kecerian meskipun hatinya sebenarnya sungguh murung.untungnya begitu banyak dosen ngasih tgas buat ku apalagi tugas algoritma dan pemograman c++ yang menguras pikiran dan waktu ku itu buat aku lupa sedit untuk mengingat kesedihanku,aku hanya berfikir sekarang aku harus bertahan demi janjiku ke orang tuaku.

Suatu saat sewaktu tugas c++ begitu membinggungkanku karena harus minta ke tingkat 2 aku berkenalan dengan anak tingkat 2 namanya deris,deris begitu perhatian,baik.dengan berteman dengannya luka dihatiku sedikit terobati.kami sering bertemu untuk belajar bersama atau hanya dia mengajariku tentang c++,meskipun terkadang algoritma kami tidak sependapat hehehee

Sudah beberapa bulan aku mengenalnnya,hingga dihari ulang tahun ku dia mengutarakan perasaannnya,apa yang aku takutkan terjadi,aku tak bisa menjawab apapun,sampai satu bulan nunggu jawaban yang tak kunjung aku kasih tapi dia tetap sabar,sikapnnya tak pernah berubah dia masih tetap perhatian,sementara kau sendiri semakin binggung akn menjawab apa aku gak mau membuat dia terbebani aku ga mau melukai hatinya,aku ingin hubungan ini hanya hubungan seperti biasa tapi sungguh egois diriku jika aaku mengingginkan dia tanpa dia tau siapa aku dan bagaimana masalaluku.karena terlalu banyak memikirkan masalah itu aku sakit,aku sakit tipes dan deris begitu besar rasa sayangnya da merawatku,dia begitu menghatirkan aku.aku tak bisa membiarkan in berlarut dan mengembang menjadi maslah baru buat ku ,akhirnya aku putuskan untuk memberitahu dia masalaluku dengan cara dia aku suruh membaca tulisanku (cinta buatku ternista),kulihat saat dia membaca air matanya mengalir dari sudut matannya dia seperti tidak mempercayai itu terjadi padaku,setelah selesai membacanya,deris memelukku dia hanya mengucapkan kata maaf.dia bilang tak seharusnya dia memaksa menanyakan kenapa aku menolak dia.seperti dugaaku dia tidak bisa menerima masalaluku,dam malam itu berakhir dengan kepedihan yang dalam buat aku dan deris.

Sikap deris tidak ada yang berubah malah dia semakin sayang ma aku,tapi sayangnya kini sudah berubah haluan,dia menyayangi aku selayaknya seorang kakak sayang ke adiknya.itu buat ku legah setidaknya tidak ada kebohongan.hari2 Kmi lalui dengan aktivitas kuliah yang menumpuk tugas,quis dan embel2 kuliah lainnya. Bulan 2 tgl 25 ujian uas dimulai aku siap menghadapi ujian demi ujianku kali ini.aku sudah sedikit melupakan masalah ku dengan irfan. Di tanggal 2 maret aku mendapt sms dari no yang tidak tersimpan di list phone numberku,malas untuk mengopeni mesikpun kulihat sudah 7 sms masuk dari nomor ynag sama.lagi konsentrasi menghafal hp ku bordering aku tidak menggakatnya bebrapa menit kemudian hp ku bordering lagi kulihat masih nomor yang sama dengan rasa kesal aku mengangkat telp itu.

Assalamuaikum dari sebrang

Hatiku begitu terkejut aku masih tanda dengan suara itu suara irfan

Aku menjawab waalaikumsalam dengan perasaan yang penuh tanda Tanya saat itu.aku binggung!!

Apa kabar??

Alhamdulilah tidak seburuk dulu.

Bagaimana kuliahnya??

Alhamdulilah sejauh ini semua lancar2 aja.

Kapan pulang??

Nanti kalau hatiku udah sembuh,aku menjawab itu dengan nada bercanda

Apa mas masih punya kesempatan memperbaiki semua?? Menyembuhkan luka mu??

Dengan cara apa??gak mau ahh nanti terulang lagi.akupun masih menjawab dengan nada beracanda.

Apa kau mau nikah sama aku??

Aku malah cekikikan mendegar apa yang di katakan.

Tita..aku serius!!

Seserius apa??

Ta,kalau km mau menikah denganku aku tau jalannya udah gak semudah dulu,aku tau untuk memintamu keortumu mungkin sekarang udah sangat susah,tapi kalau kau mau menikah denagnku aku gak akn pernah nyerah aku mau dihajar ortumu akupasrah asal aku diijinkan menikah denganmu.

Mas kenapa kau tiba2 ngomongin pernikhan sama aku??lagi becanda ya? Gak lucu..tau

Aku serius aku gak lagi becanda.aku baru menyadari semua kesalahanku aku ingin bertanggung jawab mungkin dengan aku bertanggung jawab aku baru bisa memaafkan diriku sendiri.

Mas aku gak ada keyakinan untuk mempercia kata2 mu sekarang.sungguh kau membuat ku binggung dan bimbang aku gak tau aku haru jawab apa samamu.

Tita kalau searang kau disiantar aku sudH membawa oratu ku kerumah mu untuk melamar mu.apalagi yang harus kulakukan biar kau percaya?

Nah lakukan aj atanpa aku melamrku jawabanku ada diorang tuaku.

Kapan kau pulang ??

Mungkin libur bulan Ramadan

Aku mau mendengar jawabanmu.untuk waktu ini aku ninta didirikan lagi kepercayaan dan peraasaan mu ke aku.

Mas aku….

Aku tau kau binggung sama perasaanmu saat ini.tapis sekarang aku baru merasa yakin akan buat mu bahagia.aku da punya rumah sendiri aku da kerja di bank disiantar aku juga masih nyiar.

Mas….

Aku takakan menghubungi km sampai waktu kamu pulang. I miss u

Telp itu ditutup dia meniggalkan kegelisahan dan pertanyaan dalam hatiku begitu banyak.fikiranku dan hatiku terusik apa yang kuhafal buyar entah kemana.aku tak bisa tidur semalaman.

Pagi nya mama telp aku ngasih tau kalau temanku mau menikah hari sabtu.tiba2 mama Tanya tita da gak komunikasi ma irfan kan??aku rkejut bkan main tiba2 mama menanyakan itu sebenarnya saat itu aku mau bilang ke mama masalah yang dibicrakn mas irfan tapi aku tidak berani untuk membicrakanny.akhirnya kuurungkan niat ku.sudah beberap hari tidurku terusik dengan perkataan irfan.

Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh apa yang haru ku lakukan???

Apa yang harus ku jawab???

Disisi logikaku bilang aku harus hidup dengnnya karena dia memang harus bertanggu ng jawab.siapa yang akan mau hidup dengan aku?? Tidak aka ada??tapi apa aku akan bahagia??bagaimana caranya untuk membicarakan ini ke orang tuaku?? Apa dia takdirkku??

Tapi disisi hatiku aku binggung aku masih mencintaI DIA apa ini hanya perasaan terlalu membenci dia??

Kasih aku saran ya mungkin saran kalian bisa aku jadikan pertimbangan pilihanku.

The End -


Penulis : Tita


0 komentar:

Create a Meebo Chat Room
Cinta © 2008 Por *Templates para Você*