Sabtu, 22 Januari 2011

Cerita cintaku

Cerita cintaku


Alasan Pria Menyukai Payudara Wanita

Posted: 21 Jan 2011 10:26 PM PST

Alasan Pria Menyukai Payudara Wanita
Alasan Pria Menyukai Payudara Wanita - Payudara di setiap perempuan berbentuk dan berukuran berbeda. Bahkan sepasang payudara yang dimiliki seorang perempuan saja bisa berbeda. Payudara di mana pun, bagi pria pencinta wanita, sangat dipuji dan disukai. Apa yang sebenarnya yang membuat pria sangat menyukai payudara? Situs pria, askmen.com melakukan survei dan mencari tahu alasannya.

Menenangkan
Payudara memiliki tekstur yang lembut, mengundang, serta tidak mengancam dalam hal apa pun. Dengan koneksi kepada pemberian ASI di masa kecil dulu, payudara mengingatkan pria akan hari-hari ia merasa sangat dilindungi sang ibu dari segala jahatnya dunia.

Simbol kesuburan
Berapa pun ukuran payudara seorang wanita, payudara mendefinisikan feminitas seseorang, mirip seperti saluran olahraga yang mendefinisikan maskulinitas. Payudara adalah sebuah simbol kemampuan seorang wanita bisa mengasuh dan menjaga kehidupan. Juga sebagai tanda seorang wanita mampu menghasilkan keturunan, sebagai pertanda bahwa ia sudah melewati masa pubertas.

Masalah seleksi alami
Menurut Charles Darwin dan teori evolusinya, manusia secara tidak sadar mencari pasangan yang sehat dan terlihat mampu mereproduksi. Menurut penelitiannya, pria tertarik pada payudara karena hal itu mengindikasikan kemampuan untuk berkembangbiak. Meski reproduksi bukan lagi prioritas utama seorang pria, tetapi insting ini tetap ada meski sudah terjadi evolusi berabad-abad lamanya.

Kunci untuk membuat wanita terangsang
Pria dewasa pasti semua tahu, payudara adalah salah satu zona primer untuk membuat rangsangan. Karena itu, alasan lain pria menyukai payudara adalah ketika ia bisa "menangani" payudara dengan lihai, ia bisa membawa si wanita mencapai puncak kenikmatan seksual. Mungkin ada semacam permaianan ego di dalam hal ini.

Semacam pusat hiburan
Pria suka mainan, mirip seperti anak lelaki. Menurut situs askmen.com, bentuk dan tekstur payudara buat pria, seperti hiburan mengasyikkan tersendiri.

Stimulasi visual
Tak seperti perempuan yang bisa terangsang dengan membaca novel romantis, pria butuh stimulasi visual. Tak terlalu mengejutkan, penampilan payudara yang terjaga dan terawat, menyita perhatian pria. Lagipula, selain area genitalia, payudara adalah salah satu bagian fisik paling membedakan pria dan wanita.

Tekanan sosial
Salah satu alasan terutama pria terobsesi dengan payudara adalah karena lingkungan sosial juga. Majalah-majalah yang berhubungan dengan pria, entah itu majalah otomotif, games, atau lainnya, sepertinya akan selalu ada gambaran mengenai payudara wanita, entah itu hanya bagian belahan dadanya atau bentuk lekuk payudara yang sangat kentara.

Ada hal yang tabu di sana
Godaan yang membuat payudara makin menarik adalah karena tabu itu sendiri. Bahwa payudara ditutupi dan menjadi suatu hal yang tidak boleh dilihat oleh orang lain membuat payudara menjadi daya tarik tersendiri. Jerry Seinfeld, komedian, pernah berseloroh, jika selama ini wanita menutupi kepalanya dan bukan payudaranya, pria akan mencari majalah-majalah yang mencoba "mengintip" ke arah sana. Bagi pria, payudara mirip semacam buah terlarang yang tak boleh diketahui dan karena itulah ada hal yang menggoda mereka untuk ingin tahu lebih dalam.(sumber :kompas)


Jumat, 21 Januari 2011

Cerita cintaku

Cerita cintaku


Tahukah Kamu Pria Ternyata Lebih Romantis Dari Wanita

Posted: 20 Jan 2011 08:19 PM PST

Tahukah Kamu Pria Ternyata Lebih Romantis Dari Wanita
Tahukah Kamu Pria Ternyata Lebih Romantis Dari Wanita - Dalam film No Strings Attached yang dibintangi Ashton Kutcher dan Natalie Portman, dikisahkan bagaimana tokoh Adam muncul di kantor kekasihnya, Emma, dengan membawa balon. Hal ini ternyata membuat berang Emma, karena menganggap Adam melanggar perjanjian bahwa mereka tidak akan memperlihatkan hubungan mereka di depan orang lain.

Hal ini ternyata bukan sekadar menjadi adegan khas komedi situasi. Dr Terry Orbuch, psikolog sosial yang telah memelajari 373 pasangan menikah selama 24 tahun, mengatakan bahwa kejadian tersebut didasari fakta bahwa pria lebih romantis daripada wanita.

Ketika mewawancarai pasangan-pasangan tersebut, Orbuch mendapati bahwa para suami cenderung menggambarkan istri mereka dalam istilah-istilah romantis tradisional, sedangkan para istri berbicara lebih praktis mengenai hubungan mereka.

"Waktu kami meminta para suami untuk menceritakan bagaimana awal pertemuan mereka dengan istri-istri mereka, kisah mereka lebih dibumbui secara romantis," kata Orbuch, yang memaparkan hasil penelitiannya dalam buku 5 Simple Steps to Take Your Marriage from Good to Great. "Mereka bercerita bagaimana mereka terpesona, jatuh cinta luar biasa; dan mereka menggunakan istilah-istilah seperti 'belahan jiwa' dan 'cinta pada pandangan pertama'. Bertentangan dengan hal tersebut, perempuan bercerita bagaimana mereka berhati-hati pada pasangannya ketika pertama kali berhubungan, dan menjaga agar mereka tidak terburu-buru mendekatkan diri."

Pernyataan cinta juga muncul dalam sikap. Meskipun sikap romantis ini berbeda-beda antara pasangan satu dan yang lainnya, namun menurut Orbuch pria cenderung menjunjung tinggi keyakinan dalam dongeng seperti "bahagia selamanya" daripada wanita.

Hasil penelitian ini rupanya sejalan dengan hasil survei terhadap 21.000 pria dan wanita yang dilakukan situs Queendom. Saat merespons pertanyaan soal cinta, pria lebih romantis dalam menggambarkannya, dengan menggunakan ekspresi yang cenderung dihindari kaum perempuan seperti "takdir" atau "cinta menaklukkan segalanya". Hal ini cukup mengejutkan, karena, "Kebanyakan pria cenderung dinilai tidak romantis. Namun Anda harus memahami mengapa bisa begitu, untuk menghargai mereka," tutur pemimpin studi, Ilona Jerabek, PhD.

Bahwa pria tidak romantis, sedikit banyak hal ini dipengaruhi oleh tradisi. Pujian tergolong sulit mereka dapat, dan pembicaraan mengenai perasaan hati yang terdalam juga tidak biasa dilakukan. "Pria tidak mendapatkan afirmasi dari teman-teman dan keluarga dalam jumlah yang sama dengan yang didapat wanita," jelas Orbuch. "Mereka bergantung pada feedback positif yang mereka dapat dalam relasi dengan pasangan untuk kesejahteraan mental mereka secara keseluruhan."

Sebuah studi dari profesor Wake Forest Psychology bahkan mengatakan bahwa kaum pria mereka lebih bugar saat berada dalam hubungan. Hal ini bisa menjelaskan mengapa mereka cenderung memuji pasangan mereka sebagai belahan jiwa, sebab kebutuhan emosional dan fisik yang sulit mereka dapat akhirnya terpenuhi.

Teori lain juga muncul, berkaitan mengenai kepercayaan pria pada cinta pandangan pertama dan cepat jatuh cinta. Hal ini dikarenakan otak mereka mampu bereaksi lebih cepat terhadap isyarat-isyarat visual tertentu. Dalam scanning MRI, terlihat bahwa area otak yang mengontrol emosi pada wanita cenderung kurang aktif, ketika diperlihatkan isyarat visual yang sama. Dengan kata lain, ketika melihat sesuatu yang mereka sukai, wanita menanggapinya dengan sikap kehati-hatian.

Nah, lalu, jika pria memang begitu romantis, mengapa mereka mendapatkan reaksi yang sebaliknya? Menurut para peneliti, hal ini lebih disebabkan salah pengertian. "Perempuan lebih bereaksi terhadap kata-kata, sehingga mereka ingin pasangannya menyatakan perasaannya berulangkali," kata Orbuch. "Sedangkan pria bereaksi terhadap perilaku, sehingga mereka cenderung menunjukkan perasaan melalui perilaku. Akibatnya, ya, enggak nyambung."

Untuk mengantisipasi hal ini, Orbuch menyarankan para pasangan untuk memahami batasan-batasan dan kebutuhan gender mereka. Perempuan bisa bilang "I love you", tapi pria lebih suka mengekspresikan ketiga kata tersebut dengan menjemput pasangannya dari kantor, atau menemani belanja. Kalau sudah begini, kan tidak ada lagi yang sakit hati karena merasa tidak diperhatikan.(sumber : kompas)


Create a Meebo Chat Room
Cinta © 2008 Por *Templates para Você*